Aku Mencintaimu, Tapi Aku Lebih Mencintai Allah
Idul Adha sangat erat kaitannya dengan dua hal, keikhlasan dan pengorbanan. Keikhlasan dalam konteks senantiasa ikhlas menaati semua perintah Allah SWT, meskipun untuk itu kita mesti mengorbankan sesuatu yang paling kita cintai. Dan juga tentang Pengorbanan dalam artian sikap mengorbankan apa saja yang kita miliki dan cintai sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah.
.
.
Nabi Ibrahim telah menjadi inspirasi bagi kita, yang mana ia lebih mengutamakan perintah Allah.
.
.
Dalam perjalanan Nabi Ibrahim seringkali kita dengar cerita bahwa Nabi Ibrahim meninggalkan isterinya Siti Hajar dan bayi mungil Ismail ditinggalkan sendirian di Makkah, yang masih dalam kondisi tandus dan gersang tanpa ada mata air. Begitu juga cerita kerelaan Siti Hajar ditinggalkan di Makkah sendirian bersama putranya Nabi Ismail, dan perjuangannya untuk mempertahankan hidup dirinya dan putranya.
.
.
Begitu juga cerita tentang keikhlasan Nabi Ismail yang mau di sembelih oleh Bapaknya. Antara Bapak, Isteri dan Anak semuanya meninggalkan rasionalitas demi menggapai keridhaan Ilahi, demi memenuhi perintah Allah yang dirasa sangat berat tanpa tahu hikmah dibalik itu semua.
.
.
Kerelaan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra kesayangannya, demikian juga keikhlasan Nabi Ismail untuk disembelih, ternyata semuanya digantikan oleh Allah sesuatu yang lebih baik dan bahkan dikenang oleh seluruh umat Islam sampai sekarang.
.
.
Begitu juga berbicara tentang jodoh. Iya jodoh.
Menanti jodoh itu perkara kesabaran dan keikhlasan. Sabar dalam menanti waktu yang sudah Allah tentukan, dan ikhlas dengan jodoh yang sudah Allah berikan.
Yap kalau kita bersabar dan ikhlas insyaAllah jalan yang akan kita tempuh pun akan indah, lurus, dan menyenangkan. Tapi jika kita tidak sabar maka jalan yang akan kita tempuh pun berliku, ditambah lagi kalau gak ikhlas, pasti jadinya menyebalkan hehe ~
/ SELAMAT IDULADHA 1440 H /
Minggu, 11 Agustus 2019
10 Dzulhijjah 1440 H
Komentar
Posting Komentar