Keep Posthink!
"Allah memberikan apa yang kamu butuhkan bukan yang kamu inginkan”
Quote ini yang sempat membangunkanku dari situasi down yang aku alami di akhir mei tahun 2013. Saat aku dihadapkan oleh berbagai pilihan yang sulit tentang cita-cita. Dan membuat aku sadar kalo nggak semua yang aku inginkan itu mudah didapetin begitu aja, nggak semua feeling aku bener.
Universitas Indonesia, hampir semua siswa di Indonesia pengen jadi mahasiswa berjaket kuning alias anak UI. Nggak peduli sama jurusan apa yang diambil disana, UI punya aura sendiri di mata, telinga dan fikiran orang-orang Indonesia termasuk juga aku. Saking pengennya masuk UI, tiba-tiba kuning menjadi warna favorit, stiker UI terpasang di buku-buku. Bisa dibilang aku jatuh cinta sama UI. Bahkan sampai sekarang aku ngebayangin kuliah itu ya naik bikun turun di depan kampus, pake jaket kuning dengan makara yang khas dan di gedung UI yang asri.
Tapi ternyata masuk UI nggak mudah. Hari itu tanggal 27 Mei 2013. Hari itu bisa saja jadi hari bersejarah karena pada malam itu ada pengumuman SNMPTN. Betapa deg-degannya dan terus berdoa dalam hati. “Ya Allah UNAIR Ya Allah UNAIR”. Nggak henti-hentinya mohon kepada Allah supaya malam itu bisa diterima di kampus impian. Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 6 dan temen-temen di twitter udah heboh ngetweet “Alhamdulillah ITB”, “Ya Allah aku diterima di UI”, “Thanks God, Yellow Jacket is mine”, “UNAIR Alhamdulillah” dsb masih banyak. Dan aku sangat berharap aku adalah salah satu orang yang bakal ngetweet begitu. Sampai akhirnya nyalain komputer. Langsung aku copy nomer KAP dan login di web SNMPTN. “Bismillahirramanirrahim”, ucap aku sambil click login, dan yang di dapat “Maaf, Anda tidak diterima di PTN melalui jalur SNMPTN”. Langsung down dan gatau mau ngapain lagi. Masih ada 1 jalur lagi SBMPTN.
Tapi Ibu udah nyuruh aku buat pegangan swasta di Jakarta, yaudah nurut aja ngikutin apa kata orang tua.
8 juni 2013 aku ngikut tes swasta buat pegangan yaitu UNIVERSITAS PANCASILA atau yang lebih dikenal dengan sebutan UP, bisa dibilang kampus ini swasta termahal yang ada di Jakarta setelah trisakti hehe, tapi bagus kampusnya gak rugi.
30 juni 2013 dihadapkan oleh SIMAK UI. tes jam 07.00 tapi aku udah berangkat dari jam 05.30, takut kejebak macet dan ternyata perkiraan aku salah, nggak macet.
8 juni 2013 aku ngikut tes swasta buat pegangan yaitu UNIVERSITAS PANCASILA atau yang lebih dikenal dengan sebutan UP, bisa dibilang kampus ini swasta termahal yang ada di Jakarta setelah trisakti hehe, tapi bagus kampusnya gak rugi.
Banyak yang bilang kalau tes swasta cuma formalitas, nggak semua kampus swasta kaya gitu..
Aku buktiin di kampus ini aku milih jurusan FARMASI sama PSIKOLOGI. Dan alhasil yang diterima pilihan kedua bukan yang pilihan pertama, sedikit kecewa tapi no problem :)
10 juni 2013, 2 hari setelah aku tes swasta. Pengumuman hasil POLTEKKES JAKARTA udah bisa diliat, banyak berharap. Pagi-pagi log in nyari nama ku dan alhamdulillah lolos D4 FISIOTERAPI. Seneng banget udah ada pegangan dan say goodbye buat UP :D
Pasca pengumuman, aku belajar lagi biar bisa nembus SBMPTN dengan pilihan UNAIR dan UB. Dan Ujian SBMPTN pun tiba pada tanggal 18 Juni dan 19 Juni 2013 alhasil balik lagi ke Surabaya. Karena takut banget melakukan kesalahan, akhirnya aku gugup dan malah melakukan banyak kesalahan. Dari TPA yang dikerjain cuma dikit sampe salah ngitung di soal matematika. Yah tapi tetep optimis bisa lulus SBMPTN.
30 juni 2013 dihadapkan oleh SIMAK UI. tes jam 07.00 tapi aku udah berangkat dari jam 05.30, takut kejebak macet dan ternyata perkiraan aku salah, nggak macet.
Dan tiba-tiba bel berbunyi tanda peserta tes masuk. Nggak tau kenapa saat itu confidence buat ngadepin soal-soal, berdoa “Ya Allah kalo jodoh gak akan kemana, berikan aku yang terbaik”. Pengawaspun bagiin soal dan aku pun siap mengerjakan soal-soal SIMAK UI. Kali ini aku nggak mau ngasal, aku cuma ngerjain soal yang aku bisa. Setengah jam sebelum waktu habis, aku berhenti ngerjain soal, berdoa, dan nunggu sampe waktu abis..
19 juli 2013 inilah pengumuman yang di tunggu-tunggu SIMAK UI. Sebelum login di web SIMAK aku sempetin solat dhuha dan berdoa. Setelah itu duduk depan laptop, nyalain, terus login di web SIMAK dengan nomer pendaftaran. Dan hasilnya jeng jeng jeng “Selamat anda diterima di Universitas Indonesia” dengan jurusan Fisioterapi D3. Waaaa, langsung bersujud syukur, nangis dan nggak nyangka kalo aku bisa diterima di UI. Namun orang tua lebih milih buat masukin aku di Poltekkes yang menerima dengan jenjang D4. Dengan agak berat hati harus ikutin kemauan mereka dan setelah aku pikir-pikir emang lebih baik aku ngambil D4 langsung walaupun nggak di UI. Hari itu ngerasa yang namanya setelah lama nunggu di luar gerbang pintu UI yang tertutup tapi setelah pintu UI itu dibuka, aku malah pergi ke luar gerbang begitu aja. Aku pun harus meninggalkan jaket kuning dan nomor induk mahasiswa aku di UI dan pergi ke Poltekkes. Sedih banget :' Yah inilah hidup, nggak semua hal yang diinginkan harus aku miliki :'))))))
Sukses nggak harus di UI aja kok percaya :)
“Man Jadda Wa Jadda”
“Siapa yang bersungguh-sungguh, Dialah yang berhasil”
“Allah selalu mengikuti prasangka hamba-Nya”
“Allah tidak pernah tidur, Dia melihat hamba-Nya yang bersungguh-sungguh”
“Berusahalah menjadi yang terbaik, Maka Allah akan memberikan yang terbaik juga”
8 Juli 2013, pengumuman SBMPTN. Seharian galau dan deg-degan buat liat hasil SBMPTN. Seharian berdoa dengan doa yang sama “UNAIR Ya Allah UNAIR” dalam hati. Sampai waktunyapun tiba, udah pantengin laptop dan twitter tentunya, temen aku udah banyak yang masang status kalo mereka diterima disinilah disanalah, dan sama aku juga berharap bisa nulis status juga kayak mereka nanti. Aku masukkan nomor peserta dan saat diklik submit, muncul tulisan “Maaf, anda tidak diterima di PTN melalui jalur SBMPTN”. Saat itu aku sadar dan berdoa “Ya Allah berilah aku yang terbaik”. Sejak saat itu aku nggak maksain diri buat bisa diterima di UNAIR lagi.
19 juli 2013 inilah pengumuman yang di tunggu-tunggu SIMAK UI. Sebelum login di web SIMAK aku sempetin solat dhuha dan berdoa. Setelah itu duduk depan laptop, nyalain, terus login di web SIMAK dengan nomer pendaftaran. Dan hasilnya jeng jeng jeng “Selamat anda diterima di Universitas Indonesia” dengan jurusan Fisioterapi D3. Waaaa, langsung bersujud syukur, nangis dan nggak nyangka kalo aku bisa diterima di UI. Namun orang tua lebih milih buat masukin aku di Poltekkes yang menerima dengan jenjang D4. Dengan agak berat hati harus ikutin kemauan mereka dan setelah aku pikir-pikir emang lebih baik aku ngambil D4 langsung walaupun nggak di UI. Hari itu ngerasa yang namanya setelah lama nunggu di luar gerbang pintu UI yang tertutup tapi setelah pintu UI itu dibuka, aku malah pergi ke luar gerbang begitu aja. Aku pun harus meninggalkan jaket kuning dan nomor induk mahasiswa aku di UI dan pergi ke Poltekkes. Sedih banget :' Yah inilah hidup, nggak semua hal yang diinginkan harus aku miliki :'))))))
Sukses nggak harus di UI aja kok percaya :)
“Man Jadda Wa Jadda”
“Siapa yang bersungguh-sungguh, Dialah yang berhasil”
“Allah selalu mengikuti prasangka hamba-Nya”
“Allah tidak pernah tidur, Dia melihat hamba-Nya yang bersungguh-sungguh”
“Berusahalah menjadi yang terbaik, Maka Allah akan memberikan yang terbaik juga”
Komentar
Posting Komentar