Dalam Diam dan Doaku, Aku Mencintaimu
Tulisan ini ditujukan untuk orang orang yang lebih memilih mencintai dalam diam, menyembunyikan rasa yang ia rasakan untuk seseorang yang istimewa ketika mulut tak mampu mengungkapkan.
Bukankah hal itu berat?
Aku salut kepada mereka yang lebih memilih mencintai dalam diam demi tidak menjalin hubungan yang terlarang tapi diam diam menyebutnya dalam doa di sepertiga malamnya maupun menyelipkan di setiap doanya.
Pernahkah diantara kalian menyukai seseorang tanpa pernah mencoba untuk mengungkapkannya? Cinta terkadang memang aneh dan tak masuk akal.
Sepasang manusia yg bahkan belum pernah bertatap muka dan berkomunikasi yg bisa dihitung menggunakan jari itu pun bisa saling mencintai.
Hm tunggu, mungkin tidak keduanya, mungkin hanya salah satunya. Terdengar mustahil tapi memang nyata adanya.
Diam memang lebih baik.
Diam untuk lebih memperhatikan.
Diam untuk lebih banyak mencari tau hal tentang dia.
Diam, katanya emas. Jika memang begitu, harusnya orang yang jatuh cinta diam-diam praktis menjadi orang terkaya di dunia.
Tapi, tak selamanya diam itu emas.
Ada kalanya dimana berdiam diri sangat menyiksa.
Apalagi diam-diam memendam perasaan kepada seseorang. Iya.
“Apakah kamu menyadarinya? Apa kamu juga merasakannya? Ada seseorang yg selalu diam diam memperhatikanmu. Ingin tau hal apa yg sedang kamu lakukan saat itu”.
Tidakkah ini terlihat begitu bodoh?
Hanya bisa menyimpannya sendiri dalam ruang gelap di hati ini. Berharap bahwa suatu saat kau akan datang membuatnya menjadi lebih bersinar.
Kita tidak begitu jauh, kita dekat, bahkan sangat dekat. Tapi tak pernahkah terlintas dipikiranmu bahwa ada seseorang yg menyembunyikan sesuatu? Menyembunyikan perasaan yang memang tak seharusnya ada.
Entahlah. Aku tak terlalu mengerti, bahkan dengan perasaanku saat ini.
Aku tak tahu apa yang harus kulakukan.
Hm. Sadarkan dirimu setelah membaca ini. Bahwa ada orang yang mencintaimu dalam diam. Aku akan terus bersembunyi dengan harapan kau akan mencariku dan membawaku kepada sinar yang ku impikan.
Memang jodoh, rezeki dan maut adalah takdir yang telah Allah tentukan. Akan tetapi sangatlah mudah bagi Allah untuk merubahnya jika kita meminta dalam setiap doa karena doa adalah senjata kita untuk memohon pertolongan Allah. Namun Allah maha tau yang terbaik bagi hambanya. Allah memberi apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.
Jodoh adalah Allah yang menentukan, sesuai dengan pribadimu. Jika baik, maka baik pula jodohmu. Dalam Alqur'an Allah telah berfirman "Wanita yang baik-baik, adalah untuk pria yang baik-baik. Begitu juga sebaliknya, pria yang baik-baik adalah untuk wanita yang baik pula."
Yakinlah sesuatu yg telah ditakdirkan untuk kita, Allah tidak akan biarkan menjadi milik orang lain.
Aku hanya berani mencintaimu dalam diamku, dan di dalam setiap doaku. Aku hanya bisa memohon pertolongan Allah dari rasa yang kini bergejolak, tanpa berani mengungkapkan. Aku hanyalah wanita yang hanya menunggu datangnya belahan jiwa untuk meminta dan meminangku. Aku bukanlah Khadijah, yang berani meminta Muhammad menjadi pendamping dalam cinta dan hidup. Aku hanyalah wanita biasa.
Cukuplah Allah bagiku yang maha membolak balikan hati seseorang. Cukuplah doaku mengiring langkahmu berjalan menujuku dan mengulurkan tanganmu menyambutku kelak. Cukuplah engkau hadir dalam doaku yang selalu memohon, semoga dirimu yang terbaik dan yang Allah pilihkan untukku. Dan semoga dirikulah yang terbaik yang mendampingi hidupmu. Kita berjalan dalam ridho dan izinNya, dalam kasih dan sayangNya, dan juga dalam lindunganNya. Aku ingin menjemputmu melalui ridho Allah, bukan melalui jalan yang tak dikehendakiNya.
Biarkan aku mencintaimu dalam diamku dan juga dalam setiap doaku.
Jagalah cinta tetap dalam rahasiamu. Sampai Allah menceritakannya melalui waktu dan takdirNya yang indah.
Bukankah Allah tak pernah memutuskan harapan hamba yang berharap dan berdoa padaNya?
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali? Keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan. Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah.
Karena dalam diam tersimpan kekuatan. Kekuatan harapan, kekuatan impian, hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan dan impian itu menjadi nyata dan cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata…
Dan jika memang 'cinta dalam diammu’ itu tidak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkanlah dia tetap diam karena Allah masih punya rencana dan 'hadiah’ lain yang jauh lebih baik.
Dari Aku,
Yang mencintaimu dalam diam.
Semoga berbuah manis ya, semangat Riris :)
BalasHapusCiye Riris..
BalasHapus