tugas buat cerpen
Ini cuma sebagian tugas bahasa indonesia ku hehe , ngga tau lagi ya kalau jelek . Cerpen ini aku buat berdasarkan kisah nyata yang pernah aku alami sama sahabat-sahabat SMP ku :)
kalau ada yang kurang , tolong koment yaaaa :)
Pagi itu , aku merasakan perasaan yang amat berbeda . Rona bahagia dapat kulihat dari pancaran mata anak-anak seusiaku . Ya , kami siswa kelas 9 pada waktu itu mengadakan perpisahan di Bali . Begitu pun juga aku dan sahabat-sahabat ku yang terdiri dari : Suci , Ony , Cusnul . Mereka adalah sahabatku yang telah lama selalu ada di dekatku kapanpun aku butuh. Mereka ini telah membuat hariku lebih bermakna .
Tapi , tak kusangka setiba kami di Bali besok harinya , Suci marah kepadaku . Suci mengetahui bahwa aku dan Cusnul sedang membicarainya . Wanita bodoh seperti aku ini bisa-bisanya membuat sahabatku sendiri ini marah dan menangis . "Aku sangat menyayangimu sebagai sahabat , aku nggak mau kita bertengkar seperti ini" sapaku gugup sambil memegang tangan Suci . "Aku tidak seburuk yang kamu bicarakan dengan Cusnul !" seru Suci . Rona kesedihan pun dapat kulihat dari pancaran matanya . Mataku sudah tak sanggup lagi menahan rasa haru . Kuteteskan air mata itu dihadapannya .
Ia menarikku , berlari menuju sebuah taman tak jauh dari hotel tempat kami menginap . Namun dibalik tempat itu kudapati pemandangan yang indah . Sangat indah . Matahari tampak bersinar cerah tanpa ada setitik awan yang mendekatinya . "Kenapa kamu mengajakku kesini ?" tanyaku membuka pembicaraan . "Aku suka dengan tempat seperti ini , aku rindu dengan sahabat-sahabatku yang dulu membawa keceriaan di setiap hariku."
Aku mulai bersandar di kursi , tiba-tiba ponselku berdering . Nomornya Ony .
"Halo , Assalamualaikum." sapaku .
"Walaikumsalam , kamu dimana ?" jawabnya .
"Aku lagi di taman belakang hotel sama Suci"
"Aku punya berita bagus nih . Dan menurutku ini juga termasuk kabar gembira."
"Apa itu ?" tanyaku sambil mengernyitkan kening .
"Semua hal yang kamu bicarakan dengan Cusnul itu salah besar . Suci tidak seperti itu . Aku yakin"
Jantungku mulai tersa memburu .
"Benarkah ? Waaah , aku bingung"
"Itu sih terserah kamu saja mau percaya dengan siapa"
"Hm , okedeh kalu gitu terimakasih infonya"
Hari mulai siang , suasana pun mulai terasa panas . Akhirnya , aku dan Suci pun memutuskan untuk kembali ke hotel . Hari itu berlalu .
Setelah kufikir-fikir aku ingin menyelidiki masalah itu sendiri secara diam-diam . Suasana saat itu pun tegang .
Singkat cerita , akhirnya aku menemukan jawabannya . Lalu aku berlari menghampiri Suci yang sedang duduk bersama Ony . Aku meminta maaf kepadanya dan aku bercerita tentang kejadian yang sebenarnya terjadi . Tangis Suci semakin menjadi . Aku pun demikian . Kupeluk erat Suci .
Aku mulai berjalan mendekati Cusnul . Aku mengenggam erat tangan Cusnul , aku mulai menginterogasinya layaknya seorang polisi . Jawaban pun terungkap . Cusnul berbuat seperti itu hanya untuk menjauhkanku dari Suci .
Akhirnya , Cusnul meminta maaf kepadaku dan Suci . Kami berempat pun kembali bersahabat lagi sampai sekarang .
kalau ada yang kurang , tolong koment yaaaa :)
Judul : "Kenangan Yang Tak Terlupakan"
Pagi itu , aku merasakan perasaan yang amat berbeda . Rona bahagia dapat kulihat dari pancaran mata anak-anak seusiaku . Ya , kami siswa kelas 9 pada waktu itu mengadakan perpisahan di Bali . Begitu pun juga aku dan sahabat-sahabat ku yang terdiri dari : Suci , Ony , Cusnul . Mereka adalah sahabatku yang telah lama selalu ada di dekatku kapanpun aku butuh. Mereka ini telah membuat hariku lebih bermakna .
Tapi , tak kusangka setiba kami di Bali besok harinya , Suci marah kepadaku . Suci mengetahui bahwa aku dan Cusnul sedang membicarainya . Wanita bodoh seperti aku ini bisa-bisanya membuat sahabatku sendiri ini marah dan menangis . "Aku sangat menyayangimu sebagai sahabat , aku nggak mau kita bertengkar seperti ini" sapaku gugup sambil memegang tangan Suci . "Aku tidak seburuk yang kamu bicarakan dengan Cusnul !" seru Suci . Rona kesedihan pun dapat kulihat dari pancaran matanya . Mataku sudah tak sanggup lagi menahan rasa haru . Kuteteskan air mata itu dihadapannya .
Ia menarikku , berlari menuju sebuah taman tak jauh dari hotel tempat kami menginap . Namun dibalik tempat itu kudapati pemandangan yang indah . Sangat indah . Matahari tampak bersinar cerah tanpa ada setitik awan yang mendekatinya . "Kenapa kamu mengajakku kesini ?" tanyaku membuka pembicaraan . "Aku suka dengan tempat seperti ini , aku rindu dengan sahabat-sahabatku yang dulu membawa keceriaan di setiap hariku."
Aku mulai bersandar di kursi , tiba-tiba ponselku berdering . Nomornya Ony .
"Halo , Assalamualaikum." sapaku .
"Walaikumsalam , kamu dimana ?" jawabnya .
"Aku lagi di taman belakang hotel sama Suci"
"Aku punya berita bagus nih . Dan menurutku ini juga termasuk kabar gembira."
"Apa itu ?" tanyaku sambil mengernyitkan kening .
"Semua hal yang kamu bicarakan dengan Cusnul itu salah besar . Suci tidak seperti itu . Aku yakin"
Jantungku mulai tersa memburu .
"Benarkah ? Waaah , aku bingung"
"Itu sih terserah kamu saja mau percaya dengan siapa"
"Hm , okedeh kalu gitu terimakasih infonya"
Hari mulai siang , suasana pun mulai terasa panas . Akhirnya , aku dan Suci pun memutuskan untuk kembali ke hotel . Hari itu berlalu .
Setelah kufikir-fikir aku ingin menyelidiki masalah itu sendiri secara diam-diam . Suasana saat itu pun tegang .
Singkat cerita , akhirnya aku menemukan jawabannya . Lalu aku berlari menghampiri Suci yang sedang duduk bersama Ony . Aku meminta maaf kepadanya dan aku bercerita tentang kejadian yang sebenarnya terjadi . Tangis Suci semakin menjadi . Aku pun demikian . Kupeluk erat Suci .
Aku mulai berjalan mendekati Cusnul . Aku mengenggam erat tangan Cusnul , aku mulai menginterogasinya layaknya seorang polisi . Jawaban pun terungkap . Cusnul berbuat seperti itu hanya untuk menjauhkanku dari Suci .
Akhirnya , Cusnul meminta maaf kepadaku dan Suci . Kami berempat pun kembali bersahabat lagi sampai sekarang .
TAMAT
Komentar
Posting Komentar